Tips Analisis Tutupan Lahan Citra Sentinel 2A dengan Arcgis
A. Mengenal Sentinel-2A
Sentinel-2A adalah bagian dari misi konstelasi
Sentinel-2 dalam program Copernicus milik Uni Eropa (ESA). Satelit ini
dirancang untuk pemantauan daratan secara optik dengan resolusi tinggi.
B.
Karakteristik Utama Sentinel 2A:
1.
Sentinel-2A unik karena memiliki tiga resolusi
spasial yang berbeda tergantung pada saluran (band) yang digunakan:
-
Resolusi 10 Meter: Digunakan untuk pemetaan
dasar dan klasifikasi tutupan lahan yang mendetail (Band 2, 3, 4, dan 8).
-
Resolusi 20 Meter: Digunakan untuk identifikasi jenis vegetasi dan
kelembapan tanah (Band 5, 6, 7, 8a, 11, dan 12).
-
Resolusi 60 Meter: Digunakan untuk koreksi atmosferik dan
parameter lingkungan skala besar seperti uap air dan deteksi awan cirrus (Band
1, 9, dan 10).
2.
Resolusi Temporal: 10 hari (atau 5 hari jika
dikombinasikan dengan Sentinel-2B).
3. Cakupan Spektral: Memiliki 13 saluran (bands)
mulai dari Visible (RGB), Near Infrared (NIR), hingga Short
Wave Infrared (SWIR).
C.
Analisis Tutupan Lahan dengan Random Trees
Analisis tutupan lahan (Land Cover Analysis) menggunakan
citra Sentinel-2A adalah proses mengidentifikasi dan mengelompokkan jenis objek
di permukaan bumi (seperti hutan, sawah, badan air, atau pemukiman) berdasarkan
karakteristik pantulan spektralnya. Melakukan analisis tutupan lahan dengan
metode Random Trees (sejenis dengan Random Forest) menggunakan ArcGIS
Pro atau ArcMap memberikan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Metode ini
bekerja dengan membangun sekumpulan "pohon keputusan" (decision
trees) dan menggabungkan hasilnya untuk mendapatkan klasifikasi yang paling
stabil dan akurat.
Mengapa Menggunakan Metode Random Trees?
- Ketahanan Terhadap Outlier: Tidak mudah terpengaruh oleh noise atau piksel yang "aneh" pada citra.
- Menangani Data Non-Linear: Sangat baik dalam membedakan objek yang nilai spektralnya mirip (misal: sawah dengan padang rumput).
- Efisiensi Data: Mampu mengolah banyak kanal (bands) Sentinel-2A sekaligus tanpa mengalami penurunan performa yang signifikan.
Analisis
tutupan lahan menggunakan citra Sentinel-2A dengan metode Random
Trees (Random Forest) adalah pendekatan klasifikasi berbasis machine
learning yang sangat efektif untuk membedakan objek kompleks di permukaan
bumi. Berikut adalah deskripsi singkat alur kerjanya:
1.
Persiapan Data (Preprocessing)
Langkah
pertama adalah menyiapkan citra Sentinel-2A hasil unduhan dari CDSE (Level-2A).
a. Layer
Stacking: Menggabungkan berbagai saluran (bands) seperti Visible (B2,
B3, B4), NIR (B8), dan SWIR (B11, B12) ke dalam satu file raster.
b. Resampling:
Menyamakan semua resolusi spasial band (biasanya ke 10 meter) agar dapat diolah
secara matematis oleh algoritma.
2.
Pengambilan Sampel Training (Data Latih)
a.
Tahap ini melibatkan intervensi manusia untuk
melatih komputer.
b.
Peneliti menentukan kelas tutupan lahan
(misal: Hutan, Air, Pemukiman, Sawah).
c. Membuat poligon sampel pada area yang sudah
pasti jenisnya sebagai referensi bagi algoritma untuk mengenali pola pantulan
spektral objek tersebut.
3.
Pemrosesan dengan Algoritma Random Trees
Metode Random Trees bekerja dengan cara:
a. Membangun
puluhan hingga ratusan "pohon keputusan" (decision trees)
secara acak dari data sampel.
b. Setiap
piksel dalam citra akan "divoting" oleh pohon-pohon tersebut untuk
menentukan kelas mana yang paling cocok.
c. Metode ini
sangat unggul karena mampu menangani data yang besar dan mengurangi risiko
salah klasifikasi (overfitting).
Untuk
lebih memahami tahapan-tahapan dalam analisis tutupan lahan dapat melihat video
dibawah ini

Posting Komentar untuk "Tips Analisis Tutupan Lahan Citra Sentinel 2A dengan Arcgis"
Silahkan Berkomentar dengan Sopan
Posting Komentar